Pengertian Umum Geopark (Taman Bumi)
Geologi adalah ilmu yang mempelajari secara keseluruhan tentang bumi, baik mengenai asal muasal/kejadian pembentukannya, kandungannya, bentuk fisik maupun sejarahnya termasuk segala proses alamiah yang mempengaruhi perkembangan bumi.
Geopark adalah sebuah konsep manajemen sumber daya keragaman bumi (geodiversity) yang mencakup geologi, biologi, sosio cultural dan pariwisata. Geoarea adalah kawasan bumi yang merupakan kumpulan beberapa geosite (satu kawasan) sedangkan, Geosite adalah suatu wilayah permukaan bumi yang menunjukkan bukti fisik terjadinya peristiwa geologi yang sangat unit/spesifik/khas dan signifikan.

Sejarah Geologi (meletusnya) Gunung Toba.
Ratusan ribu tahun yang lalu, bumi yang kita diami sekarang ini tercipta dengan bentuk fisik-topografi daratan, berbukit, bergunung, lautan yang luas.  Di kawasan Toba, terdapat sebuah gunung yang sangat besar dan tinggi, konon dinamai Gunung Toba. Gunung Toba purba mengalami letusan sebanyak 3 (tiga) kali dengan kronologis sebagai berikut :

1.      Letusan Pertama, terjadi sekitar 840 ribu tahun yang lalu, yang menghasilkan kaldera (kawah) di sebelah timur kawasan, menurut penelitian di  sekitar kota Porsea sekarang ini.

2.      Letusan Kedua, terjadi sekitar 500 ribu tahun lalu, membentuk kaldera (kawah) di sebelah utara (danau toba), yakni sekitar Haranggaol sekarang.

3.      Letusan Ketiga, adalah letusan yang terdahsyat terjadi sekitar 75.000 tahun lalu, disebut sebagai letusan Supervolcano yang konon sebagian besar material dimuntahkan dan terlempar jauh (hingga ke Amerika Latin-Venezuela) mengakibatkan 2/3 bumi menjadi gelap, ditutupi es hingga beberapa tahun, kehidupan insan di bumi hanya tinggal kurang lebih 15.000 orang. Letusan ketiga yang memuntahkan banyak material sehingga kawahnya kosong membentuk sebuah kubah besar yang disebut kawah/kaldera Toba. 

Seiring dengan perjalanan waktu, kawah/kaldera Toba berangsur-angsur terisi oleh air hujan (mungkin juga lelehan es) selama ratusan tahun, dan kaldera yang berisi air inilah yang kemudian membentuk Danau Toba.
Pada proses akhir, ternyata bumi (Gunung Toba) masih menyisakan tenaga magma yang cukup besar dan mendorong kulit bumi dari dasar danau, hingga kulit bumi terangkat ke permukaan air danau dan itulah yang disebut sebagai Pulau Samosir. Menurut penelitian akibat terangkatnya kulit bumi ini terbentuknya Pulau Samosir, maka air danau tumpah ke sekeliling danau, mengisi daratan yang rendah/lembah. Sementara gunung Pusuk Buhit di pulau Sumatera adalah sisa (mungkin anak) Gunung Toba.

Bukti Fisik Limiah terangkatnya kulit bumi dari dasar danau menjadi Pulau Samosir.
Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, di beberapa tempat permukaan bumi di Samosir ditemukan bukti-bukti ilmiah bahwa Pulau Samosir adalah kulit bumi dasar danau yang terangkat oleh tenaga magma, antara lain di Huta Tinggi, Salaon, Huta Sidolon-dolon dan di lokasi lain, yang dikategorikan sebagai geosite. Menurut penelitian geologist Indonesia, identifikasi menunjukkan bahwa terdapat 42 geositen di kawasan Danau Toba, 35 geosite diantaranya ada di Kabupaten Samosir, sementara saat ini disepakati ada 8 geosite unggulan di Kabupaten Samosir yakni : Geosite Salaon Toba di Salaon, Pulau Samosir. Geosite Simpang Gotting di Simpang Harian (Pulau Sumatera). Geosite Kursi Parsidangan di Siallagan Ambarita, Kecamatan Simanindo (Pulau Samosir). Geositen Makam Raja Sidabutar di Tomok, Kecamatan Simanindo. Geosite Pusuk Buhit di Kecamatan Sianjurmulamula (daratan Sumatera);.Geosite Tele disepanjang jalan raya Tele, Kecamatan Harian. Geosite Air panas Simbolon di Kecamatan Palipi (Samosir) dan Geosite Hutatinggi di Kecamatan Pangururan (pulau Samosir).

Manajemen Geopark Samosir Toba;
Tujuan pengembangan geopark adalah untuk mengeksplorasi, mengembangkan, memelihara dan melestarikan keterkaitan/hubungan antara warisan geologi dengan semua aspek kehidupan manusia seperti warisan alam, warisan budaya di sebuah kawasan. Dalam hal ini sangat penting dilakukan penataan kembali korelasi antara proses kehidupan masyarakat dengan sejarah geologi planet bumi, mempelajari dan memahami sejarah yang saling mempengaruhi diantara keduanya sehinga berlangsung secara harmonis, sinergi dan berkelanjutan.
Aspek-aspek terkait dan fungsi-fungsi dalam manajemen geopark.

·            Fungsi Perlindungan (konservasi), yakni kegiatan untuk mempertahankan keberlanjutan sebagian sumber daya fisik bumi yang mewakili tatanan budaya dan usaha pemahaman geologi dalam upaya mendukung pelestarian alam, lingkungan, meminimalisasi kerugian akibat bencana dan konservasi/perlindungan sumber daya alam.  Manajemen geopark berfungsi untuk menjaga, melindungi, melestarikan sumber daya agar tidak hilang atau tidak termanfaatkan dengan baik.

·            Aspek Pendidikan dan Penelitian (Edukasi dan Riset) Melalui pendidikan sosialisasi, masyarakat mengetahui proses geologi terbentuknya bumi tempat tinggalnya dan lingkungan sekitarnya, sebagai dasar dan pemahaman bagi masyarakat untuk melestarikan warisan alam yang diberikan dan dapat mengetahui serta menghindari akibat negatif dari bencana geologi yang mungkin dapat terjadi sewaktu-waktu. Perlu diketahui dan dipelajari dengan bantuan ilmu dan teknologi bahwa banyak dan cukup besar potensi benda-benda geologi yang ada, namun belum memberi manfaat, dan pada suatu saat akan dapat difungsikan bagi kehidupan masyarakat 

·           Aspek Ekonomi Masyarakat Lokal. Harus dipahami bahwa geosite adalah inti dari geopark bersama-sama dengan kehidupan masyarakat yang ada disekitarnya. Untuk mengelola dan mengkonservasi nilai penting yang terkandung di setiap geosite, maka masyarakat sekitar perlu diberdayakan melalui kelompok masyarakat, sehingga mampu menjadikan geosite yang ada menjadi objek wisata yang menarik untuk dikunjungi (geowisata). Diharapkan melalui geowisata ini akan terjadi perputaran ekonomi secara berkesinambungan antara masyarakat sekitar dengan masyarakat pengunjung/pendatang.

Batas Wilayah Pengelolaan Geopark Samosir-Toba.
Karena luasnya sebaran geosite dari Geopark Toba yang meliputi 7 Kabupaten di kawasan Danau Toba, yakni Kabupaten Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Karo, maka disepakati organisasi pengelolaannya dikelompokkan menjad 4 geoarea, penentuan geoarea ini didasarkan pada urutan waktu kejadian dan proses geologinya :
1. Geoarea Kaldera Porsea, disebelah timur, meliputi geosite di Parapat (Kab.Simalungun) sampai ke Porsea (Kabupaten Tobasa)
2. Geoarea Kaldera Haranggaol, disebelah utara meliputi geosite di Kabupaten Simalungun, Kabupaten Karo dan Kabupaten Dairi
3. Geoarea Kaldera Sibandang, disebelah selatan, meliputi geosite di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbahas, dan
4. Geosite Pulau Samosir, yang berada dibagian tengah meliputi geosite di Kabupaten Samosir.
Berdasarkan masterplan Geopark Toba yang telah disusun maka Pusat Informasi/etalase Geopark Toba ditetapkan di Sigulatti (kaki pusuk Buhit sebelah barat) di Kecamatan Sianjurmulamula. Etalase/Pusat Informasi Geopark Toba ini berada diatas areal seluas 22 Ha (milik Pemkab Samosir) yang akan didesain, ditata dan dibangun sebagai tempat untuk memelihara, menyimpan, serta memajang contoh-contoh material dari semua geosite yang ada di geopark Toba, disertai dengan data teknis ilmiah disamping informasi tentang letak geografis, jarak dan peta geosite yang sudah diteliti. Pusat Informasi ini akan berfungsi sebagai gerbang awal informasi bagi masyarakat/pengunjung tentang geopark Toba secara komprehensif, sebelum mengunjungi langsung geosite yang ada. Di lokasi Pusat Informasi ini direncanakan akan dibangun gedung teater sebagai tempat untuk memutar film (animasi) multi dimensi/multi media tentang peristiwa meletusnya Gunung Toba sampai terbentuknya Danau Toba dan Pulau Samosir.
Dasar dan proses pengusulan Geopark Toba.
Proses Pengusulan Geopark Toba ini dimulai oleh Forum Lake Toba Regional Management (LTRM) dan Kementerian Parenkraf serta Kementerian ESDM sejak pertengahan tahun 2011, melalui penelitian beberapa geosite, dan penyusunan Masterplan Geopark Toba.
Sejak awal tahun 2012 telah dilakukan sosialisasi tentang geopark Toba dan prospek masa depan kepada beberapa pihak di tingkat Provinsi, Kabupaten dan Lokal Samosir.
Berdasarkan Keputusan Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata No. 20/Kep/D.PDP/III/2012 tanggal 25 Maret 2012, telah ditetapkan Geopark Toba sebagai Geopark Nasional Indonesia, ditindaklanjuti dengan pembentukan Tim Persiapan pembangunan Geopark Toba di Kabupaten Samosir dengan Keputusan Bupati Samosir No. 80.
Visi Pembangunan Kabupaten Samosir dalam RPJMD I (2005-2010) Samosir Kabupaten Pariwisata 2010 yang indah, Damai dan Berbudaya dengan Agribisnis yang berwawasan lingkungan menuju masyarakat yang lebih sejahtera.
Perda No. 4 tahun 2011 tentang RPJMD II (2011-2015) : Samosir menjadi Daerah Tujuan Wisata Lingkungan Yang inovatif 2015;  dan Perda No. 3 tahun 2011 tentang RPJPD : Samosir menjadi Daerah Tujuan Wisata Internasional 2025.
Geopark Toba, peluang pengembangan pariwisata kawasan Danau Toba dan Kabupaten Samosir.
Geopark Toba (Taman Bumi) merupakan sebuah peluang wahana alat untuk meningkatkan dan mengembangkan kepariwisataan di kawasan Danau Toba, khususnya Pulau Samosir, konsep ini dapat dijadikan sebagai event dan daya tarik wisata sekaligus untuk pemberdayaan masyarakat, karena konsep ini adalah konsep berbasis ilmiah, yang berfungsi sebagai konservasi, pendidikan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Geopark adalah salah satu event pariwisata. pariwisata adalah penghela (trigger), motor penggerak, bagi semua aspek kehidupan sosial budaya dan ekonomi masyarakat.   Tuhan memberi kewenangan kepadamu untuk mengelola bumi dan segala isinya yang bermanfaat bagi kelangsungan hidupmu, lakukan yang terbaik agar kamu peroleh juga baik.