Sumatera Utara terkenal dengan etnis suku budaya yang beragam, mulai dari suku batak, suku jawa, suku melayu, suku padang, suku aceh dan suku lainnya yang datang dari luar provinsi Sumatera Utara. Tetapi, Kota Medan sendiri mempunyai satu tempat dimana terdapat banyak sekali kerajinan suku adat batak mulai dari ulos suku batak mandailing, toba, pakpak, simalungun dan juga sampai ukiran-ukiran kerajinan tangan etnis suku batak lainnya.

 

Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama nama tempatnya. Tempat ini terletak di Jalan Pendidikan no.130 Pasar Merah, Medan Denai. Sesuai dengan namanya, dari luar saja sudah tampak rumah panggung khas suku batak yang berdiri kokoh di halaman depan galeri ini. Tak hanya sekedar hiasan saja, rumah panggung khas suku Batak tersebut menjadi rumah bagi penenun ulos yang ada di Galeri Ulos tersebut. Terdapat sekitar 10 penenun ulos yang sibuk menggoyangkan jari jemari nya membuat kain kebanggaan suku batak tersebut. Alat tenun yang tersedia pun masih seperti mesin tenun tempo dulu yang bersifat tradisional bukan mesin dan juga mesin cetak (printing) jadi pengunjung akan mendengar suara dari alat tenun tersebut yang cukup deras ketika penenun membuat ulos. Sehingga pengunjung atau pun tamu yang ingin melihat –lihat mesin tradisional ulos tidak perlu repot-repot pergi jauh cukup datang saja ke Galeri Ulos Sianipar dan UKM bersama

Galeri ini berdiri sejak tahun 1992. Meskipun usaha nya ini terbilang usaha warisan, namun Robert Maruli Tua Sianipar mempunyai cara sendiri dalam memajukan pertenunan suku batak ini. Dengan cara memodifikasi ulos yang sudah ada menjadi berbagai macam bentuk barang seperti kemeja, tas, syal, dan lainnya yang bisa dipakai oleh semua kalangan baik anak-anak, remaja hingga dewasa. Dan motif yang dipakai juga tidak terlepas dari motif ulos 5 etnis batak tersebut.

Tidak hanya ulos dan semua modifikasi nya, di Galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama ini juga terdapat sekitar 30 pelaku UKM yang bergabung menjual produknya ada kerajinan tangan, berbagai macam aksesoris dan juga kuliner khas Sumatera Utara bisa juga dijumpai di Galeri Ulos Sianipar ini.

Sekitar 300 meter dari Galeri Ulos ini, Robert juga mendirikan pabrik pertenunan sekaligus menjadikan tempat workshop yang luasnya sekitar 1.600 meter persegi yang bisa didatangi oleh semua tamu dan pengunjung.