Ternyata lift yang telah dioperasikan sejak 1908 ini dimiliki oleh PT London Sumatra Indonesia Tbk. Lift ini berada di gedung Lonsum yang juga menjadi salah satu gedung tertua di Medan.

Kliwon, orang yang mengoperasikan lift ini, menceritakan keberadaan lift yang didatangkan langsung dari Inggris telah berusia lebih dari 100 tahun. Lift ini telah dioperasikan bersamaan dengan digunakannya gedung Lonsum di Indonesia. 

Gedung London Sumatra atau biasa disebut gedung Lonsum selesai dibangun pada 1906 bersamaan dengan lahirnya Ratu Juliana, Royal Dutch family.

Gedung ini dibangun oleh David Harrison, pemilik perkebunan karet Harrison & Crossfield company (H&C) yang berpusat kota London. Meskipun dibangun pada masa 1800-an, fasilitas di gedung ini cukup mengagumkan.

“Gedung Lonsum tercatat sebagi gedung pertama di Medan yang menggunakan teknologi lift yang menjangkau lima lantai dan masih berfungsi sampai sekarang,” ungkapnya kepadaJIBI/Bisnis.

Kliwon yang menjadi operator lift ini mengaku telah bekerja sejak 1986. Lift yang berbentuk bujur sangkar dengan sentuhan art deco ini memang harus dioperasikan secara manual, tidak seperti lift moderen yang bisa berhenti di setiap lantai.

Tugas Kliwon memastikan lift berhenti tepat di lantai tertentu. Pasalnya, lift ini diberhentikan sesuai ukuran Kliwon. Bisa saja lift berhenti di tengah-tengah sebelum tepat berada di lantai yang dituju.

Pada masa era Mr. Brown, kata dia, tidak sembarangan orang bisa menaiki lift ini. Hanya staf karyawan Lonsum yang boleh menggunakan lift tersebut. Hal itu diberlakukan guna menjaga agar lift langka ini tetap bisa berfungsi dengan baik.

Teknologi yang digunakan lift ini dapat menahan getaran gempa karena ada roda-roda yang menahan guncangan agar lift tetap stabil saat terjadi gempa.

Kliwon merawat lift tua ini setiap Sabtu, dan harus mendatangkan teknisi langsung dari Inggris setiap tahun. Jika ada kerusakan pada suku cadang, dia harus memutar otak karena sudah tidak ada lagi spareparts lift ini dijual di pasaran.

Pernah ada seroang pengusaha dari Jerman menawar lift langka ini. Pengusaha tersebut ingin menukar dengan dua lift moderen, tetapi tidak diperbolehkan oleh Mr. Brown.

“Kalau jadi ditukar dengan lift moderen, tidak ada lagi lift berusia ratusan tahun di Indonesia,” tuturnya.

Lift berasitektur kuno ini memang unik. Pintu lift masih menggunakan jeruji besi berwarna hitam pekat. Interior lift berkukuran 1,5 meter persegi dihiasi kayu tebal dengan lampu bulat berada di atasnya. 

Tidak ada tombol-tombol lantai di dalam lift, yang ada adalah tuas yang dipoperasikan oleh Kliwon. Jika akan menaiki lif, Anda cukup menekan bel dan Kliwon akan meluncur bersama lift ke lantai yang dituju.

Mesin lift berada di lantai dasar tepat dibawah tangga gedung. Kumparan kabel besar terlihat kasat mata saat lift naik dan turun tentu suara berisik sangat terdengar.

Hingga saat ini, belum ada modifikasi berarti pada lift ini. Menurut Kliwon, modifikasi hanya dilakukan pada generator listrik diubah dari sebelumnya 110 volt menjadi 220 volt.

Lokasi Gedung Lonsum ini sangat strategis, berada di pusat kota Medan yang kaya akan bangunan-bangunan bernilai historis tinggi seperti Kantor Pos Medan, Gedung Jakarta Lloyd, Bank Indonesia dan bangunan tua lainnya.

Sungguh daerah yang sohor dengan sebutan Kesawan Square ini tepatnya di Jalan Jend Ahmad Yani mempunyai sejarah panjang dan menjadi salah satu tujuan objek wisata sejarah yang masuk cagar budaya Pemda Medan dan harus dipertahankan eksistensinya.