Assalamu'alaikum

Perkenalkan nama saya Fatimah Ramadhani. Saya anak bungsu dari 2 bersaudara. Saya sedang kuyliah di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara jurusan Akuntansi Keuangan Syari'ah. Keluarga saya berada di ruang lingkup Muhammadiyah sehingga semua aturan dan perintah Yang di syari'atkan oleh Nabi Muhammad SAW Insya Allah kami berpegang teguh padanya.

Assalamualaikum,

Hai hai semua, kenalin aku Nur putri pujiana siagian, berusia 22 tahun biasa di panggil Uji, aku asli berdarah batak, ayah ku besuku batak, dan ibuku juga bersuku batak, tapi walaupun aku asli orang batak, aku gak pernah tau bahasa batak, maklum aku gak pernah pulang kampung ke daerah toba hehehe, tapi walaupun begitu aku tetap cinta batak.

 

Bermula dari ucapan seorang guru ngajiku berkata "Arinda cantik banget kalau pake jilbab" ujar ustadzah. Ya kebetulan saat duduk di sekolah dasar dulu aku sempet menjadi salah seorang murid madrasah diniyah awaliyah. Karena judulnya adalah mengaji maka tidak ada alasan lain untukku untuk tidak menggunakan hijab padahal  di sekolah dan keseharianku dulu aku tidak menggunakan jilbab. Kata-kata dari ustadzah itu terngiang selalu sampai pada saat aku ingin memasuki sekolah tingkat SLTP aku sempat bernazar

Assalamu'allaikum Wr.Wb

Saya Nana Marisa Asbi yang lahir di keluarga berdarah Aceh dan seperti  yang kita tau memiliki religius yang cukup kuat. tidak berbeda dengan keluarga bersuku aceh lainnya, saya dibesarkan dengan nilai-nilai agama yang cukup kuat. saat saya Sd dan SMP saya disekolahkan di sekolah yang beragama yang mengaharuskan saya menggunakan hijab.

Assalamualaikum Wr Wb

Hei hei perkenalkan namaku Cut Zeinita Ameilia, biasa dipanggil icut. Aku seorang gadis berdarah aceh dan padang, yang kebetulan lahir dimedan, sekitar 23 tahun yang lalu. Ayahku bersuku aceh dan ibuku bersuku padang. Saat ini aku kuliah disalah satu kampus swasta di Medan, dan merupakan mahasiswi semester akhir. Yaap, lagi sibuk-sibuknya skripsi. Hehehe… Aku mau menceritakan pengalamanku mengenai hijab.

 

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Haloo teman- teman nama saya Laila Farhan Bawazir, saya mahasiswi semester akhir di sebuah sekolah tinggi komunikasi di Medan. Alasan saya berhijab karena selain hijab adalah kewajiban seluruh muslimah saya juga merasa nyaman menggunakan hijab. Sesuatu yang membuat nyaman pasti gak akan bisa untuk ditinggalin. Selain itu, dengan berhijab saya bisa menahan/menjaga perkataan dan perbuatan saya yang buruk. :)

Assalamualaikum Wr. Wb

Halo teman – teman, saya ingin berbagi cerita  semoga bemanfaat buat kita semua

Saya mulai mengenakan hijab mungkin sedikit terlambat  bila dibandingkan teman –teman yang lainnya

Saya mengenakan hijab setelah diterima di perguruan tinggi yang menuntut untuk menutup aurat sesuai dengan anjuran agama

Gambar diatas adalah keseharian ku kuliah dengan hijab atau jilbab yang sebenarnya memiliki makna yang sama

Sederhana namun alhamdullillah, setidaknya lebih terlihat taat dari sebelumnya

Walaupun disana sini masih banyak kekurangan yang harus segera dicari solusinya

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Selamat membaca kisah ku yah, perkenalkan namaku Maya. Awal aku mengenakan hijab dimulai dari Sekolah Dasar (SD), pada masa itu sekolah mewajibkan seluruh murid laki-laki dan perempuan mengenakan pakaian seragam muslim di hari jum’at. Termasuk aku salah satunya yg baru pertama kali mengenakan hijab, tapi sayangnya itu hanya di hari jum’at saja sedangkan hari senin-kamis dan sabtu aku mengenakan seragam lengan pendek dan rok pendek. Begitu seterusnya sampai aku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Assalamualaikum Wr.Wb
Aku Maya Safitri Siregar biasa dipangil Maya Boreg. Aku bersuku batak dan Lombok, ayahku asli orang Medan dan ibuku orang Lombok NTB. Dari kecil aku sudah diperkenalkan dengan berjilbab ataupun hijab, memasuki taman kanak-kanak ibuku memakai kan aku hijab, karena memang sudah aturannya memakai pakaian yang sopan karna Taman Kanak-kanak yang mendasari agama. Ketika beranjak SD sampai SMP aku tidak memakai hijab, karena aku juga belum tau kenapa wanita muslim harus memakai hijab dan apa manfaat hijab tersebut. Memasuki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) aku sudah mulai mengenal apa itu hijab? dan manfaatnya. Awal masuk sekolah kelas 1 SMK, aku belum memakai hijab dan masih mengenakan rok pendek dengan lengan pendek.

Assalamualaikum Wr. Wb. Saya Nurul Sakinah yang biasa dipanggil Nurul, alhamdulillah saya seorang mahasiswi akuntansi tingkat akhir dari Universitas Sumatera Utara. Saya di besarkan dalam keluarga yang sangat harmonis dan insyaAllah patuh terhadap aturan Allah. Ketika saya memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP), saya mulai menggunakan hijab saat sekolah tetapi hanya sesekali saja. Mengapa ? Karena saat itu saya belum mengetahui apa manfaat dari menggunakan hijab dan kedua orang tua saya pun belum menyuruh saya untuk menggunakan hijab. Namun ketika saya memasuki Sekolah Menengah Atas (SMA) tepatnya kelas 2 SMA, saya mulai menggunakan hijab setiap harinya. Sangat banyak alasan saat saya mulai membiasakan menggunakan hijab ini, diantaranya kulit kepala yang terlindungu dari cahaya UV yang kalau secara langsung terkena sinarnya akan merusak kulit kepala, terlindunginya kulit badan dari debu debu dijalanan,  dan lebih mudah dikenali oleh orang.

Assalamualaikum Wr Wb
Hijab ku pelindungku, penghiasku dan identitasku. Perkenalkan aku HIDAYATI WIJAYA biasa dikenal Ida Wijaya mahasiswi semester akhir pendidikan fisika di Univ Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan. Berhijab sejak SMP atas kemauan sendiri karna yakin dengan hijab aku akan lebih terlindungi. Tapi karena masih ABG saat itu, terkadang saat pergi dengan teman2 masih sering buka tutup hijab. Awal total berhijab itu SMA kelas 3 karena udah ngerasa risih sendiri kalau rambutku terlihat oleh pandangan orang.

Nama saya Mega, lengkapnya Mega F. Soraya. saya merupakan anak pertama dari 4 bersaudara. Latar belakang keluarga kami bukanlah dari keluarga yang religius. Tapi kami tetap berusaha menjalankan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya.

Cerita hijab ini dimulai sejak saya duduk di bangku SD. Saya bersekolah di SD Muhammadiyah 01 Pematang Siantar.

Pada saat SD kelas 1 dan 2, peraturan sekolah tidak mewajibkan  kami  mengenakan busana berjilbab di sekolah dan kami pun tidak mengenakan jilbab pada saat itu. Kemudian keluarlah peraturan baru mengenai setiap siswa perempuan diwajibkan memakai jilbab. Saya mengikuti peraturan itu dan semenjak itu saya mulai berjilbab. Sampailah dikelas 6 SD, dan saya masih mempertahankan jilbab ini.