Assalamualaikum Wr Wb
Hijab ku pelindungku, penghiasku dan identitasku. Perkenalkan aku HIDAYATI WIJAYA biasa dikenal Ida Wijaya mahasiswi semester akhir pendidikan fisika di Univ Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan. Berhijab sejak SMP atas kemauan sendiri karna yakin dengan hijab aku akan lebih terlindungi. Tapi karena masih ABG saat itu, terkadang saat pergi dengan teman2 masih sering buka tutup hijab. Awal total berhijab itu SMA kelas 3 karena udah ngerasa risih sendiri kalau rambutku terlihat oleh pandangan orang.

Alhamdulillah bersyukur juga sama Allah aku berasal dari keluarga yang bisa dikatakan taat agama. Jadi bukan hal yang aneh jika masuk kedalam keluarga ku pasti penglihatan akan disejukkan dengan hijab2 mereka :)

Pakai hijab penuh dengan proses, penuh dengan pertimbangan dan pembiasaan. Pengalaman sewaktu SMP kelas 3 ikut bimbingan les diluar sekolah, saat itu sedang booming2 nya pakai celana pendek selutut. Iseng ikut2an tren jadi pas kebetulan pergi les pakai celana itu. Ternyata ketika pulang jumpa sama abangku yg baru pulang kerja bepapasan gak jauh dari rumah. Karena waktu itu aku masih naik angkot jadi turun didepan gang. Dengan lirikan tajam ke arah kaki ku dan sedikit wajah seperti ingin mengucapkan sesuatu, aku yakin ada yg ingin disampaikannya. Sesampai nya dirumah, dengan nada kesal mungkin melihat aku pakai celana pendek keluar rumah gitu si abang sontak bilang "besok lagi kalau abang lihat keluar rumah pakai celana pendek gitu apalagi les, abang tarik celana mu itu biar gausa pakai celana sekalian". Astaghfirullah :( dr situ hati langsung tertegur apakah dengan aku berapakaian seperti itu keluarga ku jg menanggung dosa nya ? Menanggung rasa malu dihadapan Allah ? Semenjak itu mulai lah secara pelan-pelan mencoba berpakaian lebih sopan setiap keluar rumah.

Mungkin banyak hikmah setelah memutuskan untuk berpakaian lebih sopan apalagi berhijab. Demi Allah aku merasa slalu terlindung dari apapun itu. Baik dari gangguan orang maupun dari nafsu-nafsu hati sendiri yg mgkin bisa menjerumuskan diri misalnya pergi ketempat-tempat yg berlebihan yang bisa menyesatkan pergaulan. Dan yg lebih penting, kemana pun aku pergi aku akan malu dengan hijab ku apabila aku meninggalkan shalat ku. Shalat ku pondasi ku. Hijab ku tanpa shalat ku itu hanya topeng semata..

Hijab bukan pengganti rambutku, tetapi dia pelindung wajib bagiku dan bagi tiap wanita muslim. Akhlak dan ketaatan teriring dibelakangnya. Kenyamanan ku berhijab bukan karena model hijab yg makin luar biasa sekarang ini. Tetapi karna kewajiban ku terhadap Allah. Tiada unsur paksaan didalamnya. Karena ini pilihan. Pilihan agar aku lebih indah dimata Allah.
InsyaAllah hijab ku terus mengiringi akhlak ku ...
Wassalamualaikum Wr Wb