Assalamu’alaikum Wr.Wb
Selamat membaca kisah ku yah, perkenalkan namaku Maya. Awal aku mengenakan hijab dimulai dari Sekolah Dasar (SD), pada masa itu sekolah mewajibkan seluruh murid laki-laki dan perempuan mengenakan pakaian seragam muslim di hari jum’at. Termasuk aku salah satunya yg baru pertama kali mengenakan hijab, tapi sayangnya itu hanya di hari jum’at saja sedangkan hari senin-kamis dan sabtu aku mengenakan seragam lengan pendek dan rok pendek. Begitu seterusnya sampai aku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Karena aku melanjutkan di sekolah yang sama. Akan tetapi pada masa SMP aku sudah mulai mengerti perbedaan perempuan memakai hijab atau tidak, teman-teman ku mengatakan aku terlihat tidak bagus memakai hijab karena pipi ku yang terlihat berisi dan aku lebih bagus melepas hijab ku. Dan perkataan itulah yang aku dengar setiap hari jum,at. Aku masih belum merasakan apa-apa ketika menggunakan hijab di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), disekolah itu setiap murid yang beragama muslim harus mengenakan hijab dan seragam muslim ketika pelajaran agama islam berlangsung sampai hal itu membuat ku dan teman-teman sangat malas. Bahkan kami sanggup untuk mengelabuhi guru kami, padahal apa yang salah ketika seorang wanita muslim berhijab?

Bukankah itu merupakan kewajiban seorang muslimah? Mungkin pada waktu itu aku belum menyadarinya. Ketika aku memasuki bangku perkuliahan, aku mulai membuka hati untuk mengenakan hijab setiap hari walaupun hanya di lingkungan kampus saja.

Ketika suatu hari di bulan Ramadhan aku jalan-jalan sendirian dengan tidak mengenakan hijab menaiki sepeda motor, aku berhenti di tepi jalan karna aku merasakan ponselku berdering. Ketika aku mengangkat ponselku, aku tidak menyadari bahwa ada seorang laki-laki yang mengikuti ku dan tiba-tiba saja dia merampas kalung yang ada dileherku, sontak aku pun terkejut sembari meneriakinya “RAMPOK”, perampok itu pun melihat ku kearah belakang seakan mengejekku. Aku terus mengejarnya tetapi tidak berhasil, lalu aku melaporkan kejadian tersebut kekantor polisi dan polisi itu mengatakan aku harus membawa surat bukti pembelian kalungku agar laporan ku bisa diterima. Aku mengurungkan niatku dan kembali pulang, ketika aku bercerita dengan temanku sambil menangis tiba-tiba saja dia melihat kalungku tersangkut dikerah baju ku.

Ternyata Allah masih berpihak kepadaku, sejak saat itu aku memutuskan untuk menutup aurat ku dan banyak pelajaran yang ku ambil dalam peristiwa itu. Dengan berhijab banyak sekali manfaat dan keuntungan yang didapatkan oleh para muslimah, namun sayangnya saat ini banyak muslimah yang belum sadar untuk mengenakan hijab. Mereka kebanyakan masih merasa malu, risih dan belum pantas jika harus mengenakan hijab di kehidupan sehari-hari, mereka menganggap jilbab kuno dan hanya akan membatasi kreativitas mereka. Padahal dengan berhijab, muslimah akan terlindungi dari berbagai kejahatan.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb