Pemilik usaha ini dahulunya sempat mengalami dilema sebelum merintis usaha ini. Setelah tamat kuliah, selama 10 tahun pak Ferry tidak tahu harus membuat usaha apa. Setelah mengikuti tes potensiyaitu tesstifin, barulah pak Ferry dan istrinya mulai mendapat wawasan tentang kemampuan yang dimilikinya. Dari sinilah awalnya usaha Donita Frozen Food mulai dikembangkan.

Donita merupakan usaha keluarga yang dirintis oleh pasangan suami istri yaitu pak Ferry dan ibu Reny.  Usaha ini didirikan pada akhir tahun 2014, hingga saat ini usaha ini sudah eksis untuk wilayah pulau Sumatera bahkan sudah memasuki pasar Luar Pulau Sumateraseperti Manado, Surabaya, Bandung, Banjarmasin dan lain-lain.

Melihat Gaya hidup masyarakat saat ini yang serba praktis dan tidak ingin repot, maka usaha ini menurut bapak Ferry bisnis yang akan menguntungkan.  Peluang pasar dari bisnis ini juga sangat bagus. Dengan banyaknya supermarket dan kafe-kafe di Kota Medan yang dapat dijadikan terget pasar yang sangat potensial.

Usaha ini awalnya adalah ide dari orangtua ibu Reny dimana saat itu beliau menawarkan untuk menjual donat kentang dengan memanfaatkan ruko kosong milik keluarga mereka. Donat Kentang yang mereka jual merupakan donat titipan dari oranglain yang memproduksinya. Mereka menjadi distributor yang menyalurkan produk tersebut ke konsumen. Seiring berjalannya waktu, usaha mereka mendapat sambutan hangat dari konsumen sehingga pesanan untuk produk donat mereka ini meningkat. Melihat peluang ini, bapak Fery dan istrinya akhirnya memutuskan untuk membuat kontrak kerjasama dengan pihak yang menjadi produsen mereka sampai saat ini. dimana yang menjadi pihak produsen tidak boleh menjual donat kentang mereka kepada distributor lain. Sampai saat ini merekalah yang menjadi satu satunya distributor untuk makanan Donita Frozen Food. Nama Donita Frozen Food merupakan nama usaha milik mereka bukan nama bagi pihak produksi donat kentang tersebut.

Seiring berkembagnya bisnis ini, pak Ferry pernah mengalami kendala dalam menjalani usahanya yaitu masalah packaging atau pun kemasan yang terlalu besar namun jumlah donat yang dijual hanya sedikit. Masalah ini pernah dialami pada bulan desember tahun 2015 silam. Solusi yang dilakukan adalah dengan membuat kemasan yang lebih kecil namun jumlah donat dalam satu kemasan lebih banyak.

Donita Frozen Food tidak hanya menjual donat kentang saja. Melihat banyaknya permintaan  dan kebutuhan konsumen, maka bapak Fery menambah varian makanan yang dijualnya seperti mie sehat, keripik, menjual bumbu serba guna, bumbu pecal. Tetapi sejauh ini yang menjadi top menu mereka adalah donat kentang. Untuk donat kentang mereka hanya menjual yang Frozen saja tidak dijual dalam bentuk gorengan. Hal ini dikarenakan target utama mereka ialah para reseller bukan konsumen langsung. Maka dari segi harga per paketnya untuk donat kentang mereka menjual lebih murah bagi reseller. Niat baik pak Ferry adalah bagaimana membuat reseller lebih beruntung. Harga untuk per paketnya yang ingin menjadi reseller donat kentang di bandrol sebesar Rp. 18.000 dan sedangkan untuk konsumen biasa sebesar Rp. 18.000. Bagi konsumen yang ingin menikmati makanan ini tidak perlu ragu karena semua makanan dibuat tanpa bahan pengawet dan sudah mendapat sertifikat halal.

Siapa bilang bisnis yang terdengarnya hanya biasa saja tidak dapat memperoleh keuntungan yang besar. Lihat pada nyatanya usaha bapak ini perbulannya dapat memperoleh omzet Rp.250.000.000. Siapa yang tidak terkejut dengan hasil yang diperoleh dari usaha ini.

Namaun sampai saat ini penghargaan seperti ajang-ajang dan event-event kuliner belum pernah diraih oleh pak Ferry. Namun pak Ferry tetap berusaha untuk memperoleh penghargaan dari usaha yang digelutinya.

Strategi promosi yang dilakukan pak Ferry sangat gencar baik di media sosial maupun secara langsung. Pemasaran dilakukan melalui akun facebook, twitter dan instagram @donitafood. Maka tidak heran jika produk ini dapat ditemui di berbagai daerah. Hal ini dilakukan agar meningkatkan penjualan mereka.

Dalam menjalani usaha ini yang sudah berkembang  sangat baik, belum pernah ada campur tangan dari pemerintah dalam hal pengembangan usaha ini. Kemajuan usaha ini murni dari usaha pak Ferry dan istrinya.

Sekarang ini perdagangan sesama antar negara ASEAN bebas dilakukan. Dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN  yang sudah terealisasi sejak akhir tahun 2015 akan memberikan dampak positif dan negatif bagi para pelaku usaha. Bapak Fery mengaku bahwasanya dengan pemberlakuan MEA sudah menyiapkan beberapa strategi untuk memenangkan persaingan bisnis. Strategi yang akan dilakukan yaitu lebih mencoba inovasi baru pada produknya dari segi cita rasa dan dari packagingnya agar lebih menarik lagi. Hal lain yang dipersiapkan pak Ferry yaitu dengan membuka produksi donat kentang di daerah Pulau Jawa untuk menjangkau pemasaran yang lebih luas lagi. Dengan banyaknya pesaing di bidang kuliner dari luar negeri sejauh ini pak Ferry sudah mematenkan produknya dan sudah bersertfikat halal.

Contact Person :

Donita Frozen Food (Ferry Azwar)

0812 6072 492

Jalan Setia Budi Pasar 1 No.78 D Medan

Website : donita.co.id